We are all united :D
13 November 2010
:1 new message:
"iska, kita dipanggil buat YES, cepet ke lab tengah"
Aku buru-buru ke lab. tengah, disana aku ketemu adli. Aku liat di fb data kandidat-kandidat untuk program YES dari chapter Padang. Disana memang ada nama aku, Ridho, dan Adli. Aku kecewa, karena Audri ga lulus. Aku bersyukur, seneng banget, tapi tiba-tiba aku galau. Aku bakal di karantina tiga hari. haaah.
15,16, November 2010
Ini adalah hari-hari aku sibuk buat persiapan-persiapan disana bareng Ridho sama Adli. Kak RP juga bimbing kami (makasih banget kak :D), ngasih-ngasih info dan persiapan buat disana. Dan aku masih ga tenang.
17 November 2010
Besok tanggal 18! Aku semakin galau, di satu sisi, aku pengen banget ikutan seleksi ini, tp pikiranku dipenuhi hal-hal yang ga jelas dan labil. Aku kebayang 3 hari ga bakalan megang gadget apapun, takut sama panitianya, takut dapet temen yang ga enak, dan ketakutan-ketakutan lainnya. Malem itu, sambil nyiapin barang, mama nenangin aku, and it was really helpful :) thanks ma :*
18 November 2010
Pagi-pagi banget aku udah bangun, mandi, makan, langsung ke airport bareng ortu. Heh, Ridho dan Adli belon dateng, yaaah, nunggu dulu, Akhirnya mereka dateng, kami langsung check-in, trus keluar lagi, pamit sama ortu. Aku ga masalah jauh dari mama papa, yang ga kebayang cuma ga bisa ngubungin mereka 3 hari. Tapi aku langsung buang pikiran itu. Hari ini aku tes! Semangat! Jam 7, kami boarding, ngobrol-ngobrol di pesawat, touch down jam 8.30. Wah, ternyata anak Padang lama banget datengnya, jam 10.30. Fiuh, kami nunggu, membodo ga jelas dalam keadaan dagdigdug. Ckckck.
Akhirnya anak Padang, nyampe. Langsung nyapa mereka, tapi keliatannya mereka pada canggung. Kaminya jadi salting. Kami keluar, disambut sama kakak panitianya (yang belakangan tau namanya Kak Taufik) pake papan tulisan "ARE YOU THE CANDIDATES OF YES NATIONAL SELECTION?" jadi bangga, hihi. Diluar ternyata semua chapter (Aceh, Medan, Palembang, Samarinda) kecuali Jogja (yang naik travel) udah pada dateng. Kenalan, say "hello", tapi apa cuma perasaan aku atau emang beneran, keramahan waktu itu terkesan dipaksain. Tapi ya, it's okay. Mungkin karena aku masih galau.
Kami naik bus, menuju Wisma Handayani. Di bus, anak Palembang sama Samarinda ribut banget. Kalo yang lain juga pada ngobrol, tapi masih obrolan canggung, termasuk aku. Akhirnya kami sampe di Wisma Handayani. Disuruh beresin barang sesuai chapter, terus briefing pertama. Disana kami ketemu anak Jogja, trus kenalan lagi. Yaa, the challenge was just begun! Kami semua disana sekitar pengenalan, pengenalan, dan pengenalan, trs pembagian kamar: Slide pertama, JGLEP, nama aku langsung muncul:
204
Dea Tara (Aceh)
Lailatul Rizkah (Padang)
Adila Nawan Hasrimi (Palembang)
Waaah, bertiga, syukur. Si Dea langsung ngambil tas yang isinya kunci, tiga botol Aqua, sama tiga kantong plastik buat nyimpan gadget. Slide dilanjutkan, ternyata ada yang dapet ber 4, 5,6, malahan 7 orang se-kamar. Aku langsung mikir antrian mandinya--"
Aku berjalan bertiga sama Dea dan Dila menuju kamar 204. Kami beres-beres barang, ngumpulin gadget, sholat, ngobrol . Ternyata Dea tinggal dan sekolah di Lhoksumawe dan Dila dari Lahat tapi sekolah di Palembang. Lalu kami ke ballroom lagi. Disana kami dikasih lembar pengenalan diri yang harus diisi malem itu juga, setdah, 10 halaman, pikirku. Lalu, sesi River of Life dimulai. Kami dibagi jadi kelompok-kelompok dengan masing-masing dua kakak volunteer. Aku kelompok 1, sama Dea dan Dila (temen sekamarku), Risa (Padang), Sazha (Balikpapan), Reza (Bontang), dan Ristam (Jogja). Kami mulai ngegambar sungai kehidupan kami. Aku jadi ngerasa lebih deket dengan mereka, aku juga belajar banyak hal, ternyata banyak yang punya masalah berat dari aku tapi bisa menyelesaikannya. Aku tersenyum, terharu, tertawa dengerin cerita mereka. Mulai dari Sazha yang aktif, Dea yang tabah, Dila yang pintar, Reza yang mandiri, dan Ristam yang kocak. Mereka punya latar dan kisah hidup yang berbeda-beda.
Akhirnya sesi ini selesai. Aku sudah merasa tenang dan ga galau lagi. Kami disuruh istirahat, kami bertiga balik ke kamar, aku semakin deket dengan Dea dan Dila. Aku suka mereka berdua. Mereka anak yang baik, mandiri, dan tidak neko-neko. Banyak hal yang kami ceritakan, mulai dari sekolah, keluarga, daerah, dan lain-lain.
Setelah itu, sesi dilanjutkan dengan dinamika kelompok tahap 2. Disini kami diuji kerjasama dan kekompakan dalam tim. Dinamika kelompoknya disuruh ngapain? wah, ga perlu diceritain panjang lebar kali yaa.. (cape ngetiknya) hehe. Yang jelas seru banget, tiring but fun :D
Lalu, kami dikasih tau pembagian shift wawancara untuk besok, daaan, yang bikin aku kurang sreeg, aku dapet shift malem, waa i hate it! Tapi positifnya, aku bisa nyante dulu pas pagi sama siangnya. Dea sama Dila sama-sama dapet shift pagi, alhasil aku pasti sendirian di kamar besok pagi. --"
19 November 2010
Dea dan Dila udah siap-siap buat wawancara, aku masih pake baju tidur, baca-baca, terus sarapan. Setelah anak-anak shift pagi pergi, yaaah, daripada bosan, aku keliling kamar-kamar lain, main sama anak-anak dari chapter lain, and that was a really unforgettable moment! Sepanjang pagi, siang, sore, aku habisin waktu aku buat lebih deket sama mereka. Lalu, jengjengjeng, malam datang, dan waktunya pun tiba. Aku siap-siap, berdandan yang rapi, makan malam, dan ngumpul bareng anak-anak shift malem yang cuma bersebelas (Aku, Ari-Palembang, Ryan-Padang, Lintang-Jogja, Amel-Samarinda, Mahsa-Samarinda, Desta-Jogja, Risa-Padang, Danu-Palembang, 2 lagi lupa (i'll edit it soon) ) dan aku dapet urutan pertama yang dipanggil. Di dalem, bener-bener ga sesuai yang aku prediksi, aku ditanyain hampir semuanya cuma masalah kehidupan aku dan keluargaku, dan aku jawab ya sejujur-jujurnya aja. Aku ga bisa nebak, ga bisa prediksi, apa jawaban aku bagus, dan apa kesan yang didapat sama interviewernya, yang jela waktu udah selesai interview, aku lega dan cuma bisa berdo'a. Yaa malam interview telah selesai, aku lanjutin malem itu dengan ngobrol bareng temen-temen, trus kenalan dikit sama anak-anak batch 2 yang baru dateng, terus tidur.
Akhirnya anak Padang, nyampe. Langsung nyapa mereka, tapi keliatannya mereka pada canggung. Kaminya jadi salting. Kami keluar, disambut sama kakak panitianya (yang belakangan tau namanya Kak Taufik) pake papan tulisan "ARE YOU THE CANDIDATES OF YES NATIONAL SELECTION?" jadi bangga, hihi. Diluar ternyata semua chapter (Aceh, Medan, Palembang, Samarinda) kecuali Jogja (yang naik travel) udah pada dateng. Kenalan, say "hello", tapi apa cuma perasaan aku atau emang beneran, keramahan waktu itu terkesan dipaksain. Tapi ya, it's okay. Mungkin karena aku masih galau.
Kami naik bus, menuju Wisma Handayani. Di bus, anak Palembang sama Samarinda ribut banget. Kalo yang lain juga pada ngobrol, tapi masih obrolan canggung, termasuk aku. Akhirnya kami sampe di Wisma Handayani. Disuruh beresin barang sesuai chapter, terus briefing pertama. Disana kami ketemu anak Jogja, trus kenalan lagi. Yaa, the challenge was just begun! Kami semua disana sekitar pengenalan, pengenalan, dan pengenalan, trs pembagian kamar: Slide pertama, JGLEP, nama aku langsung muncul:
204
Dea Tara (Aceh)
Lailatul Rizkah (Padang)
Adila Nawan Hasrimi (Palembang)
Waaah, bertiga, syukur. Si Dea langsung ngambil tas yang isinya kunci, tiga botol Aqua, sama tiga kantong plastik buat nyimpan gadget. Slide dilanjutkan, ternyata ada yang dapet ber 4, 5,6, malahan 7 orang se-kamar. Aku langsung mikir antrian mandinya--"
Aku berjalan bertiga sama Dea dan Dila menuju kamar 204. Kami beres-beres barang, ngumpulin gadget, sholat, ngobrol . Ternyata Dea tinggal dan sekolah di Lhoksumawe dan Dila dari Lahat tapi sekolah di Palembang. Lalu kami ke ballroom lagi. Disana kami dikasih lembar pengenalan diri yang harus diisi malem itu juga, setdah, 10 halaman, pikirku. Lalu, sesi River of Life dimulai. Kami dibagi jadi kelompok-kelompok dengan masing-masing dua kakak volunteer. Aku kelompok 1, sama Dea dan Dila (temen sekamarku), Risa (Padang), Sazha (Balikpapan), Reza (Bontang), dan Ristam (Jogja). Kami mulai ngegambar sungai kehidupan kami. Aku jadi ngerasa lebih deket dengan mereka, aku juga belajar banyak hal, ternyata banyak yang punya masalah berat dari aku tapi bisa menyelesaikannya. Aku tersenyum, terharu, tertawa dengerin cerita mereka. Mulai dari Sazha yang aktif, Dea yang tabah, Dila yang pintar, Reza yang mandiri, dan Ristam yang kocak. Mereka punya latar dan kisah hidup yang berbeda-beda.
Akhirnya sesi ini selesai. Aku sudah merasa tenang dan ga galau lagi. Kami disuruh istirahat, kami bertiga balik ke kamar, aku semakin deket dengan Dea dan Dila. Aku suka mereka berdua. Mereka anak yang baik, mandiri, dan tidak neko-neko. Banyak hal yang kami ceritakan, mulai dari sekolah, keluarga, daerah, dan lain-lain.
Setelah itu, sesi dilanjutkan dengan dinamika kelompok tahap 2. Disini kami diuji kerjasama dan kekompakan dalam tim. Dinamika kelompoknya disuruh ngapain? wah, ga perlu diceritain panjang lebar kali yaa.. (cape ngetiknya) hehe. Yang jelas seru banget, tiring but fun :D
Lalu, kami dikasih tau pembagian shift wawancara untuk besok, daaan, yang bikin aku kurang sreeg, aku dapet shift malem, waa i hate it! Tapi positifnya, aku bisa nyante dulu pas pagi sama siangnya. Dea sama Dila sama-sama dapet shift pagi, alhasil aku pasti sendirian di kamar besok pagi. --"
19 November 2010
Dea dan Dila udah siap-siap buat wawancara, aku masih pake baju tidur, baca-baca, terus sarapan. Setelah anak-anak shift pagi pergi, yaaah, daripada bosan, aku keliling kamar-kamar lain, main sama anak-anak dari chapter lain, and that was a really unforgettable moment! Sepanjang pagi, siang, sore, aku habisin waktu aku buat lebih deket sama mereka. Lalu, jengjengjeng, malam datang, dan waktunya pun tiba. Aku siap-siap, berdandan yang rapi, makan malam, dan ngumpul bareng anak-anak shift malem yang cuma bersebelas (Aku, Ari-Palembang, Ryan-Padang, Lintang-Jogja, Amel-Samarinda, Mahsa-Samarinda, Desta-Jogja, Risa-Padang, Danu-Palembang, 2 lagi lupa (i'll edit it soon) ) dan aku dapet urutan pertama yang dipanggil. Di dalem, bener-bener ga sesuai yang aku prediksi, aku ditanyain hampir semuanya cuma masalah kehidupan aku dan keluargaku, dan aku jawab ya sejujur-jujurnya aja. Aku ga bisa nebak, ga bisa prediksi, apa jawaban aku bagus, dan apa kesan yang didapat sama interviewernya, yang jela waktu udah selesai interview, aku lega dan cuma bisa berdo'a. Yaa malam interview telah selesai, aku lanjutin malem itu dengan ngobrol bareng temen-temen, trus kenalan dikit sama anak-anak batch 2 yang baru dateng, terus tidur.
20 November 2010
Hari terakhir karantina, sedih :(
Yaah, ini hari terakhir, kami harus menghadapi tes terakhir yaitu SLEP Test, semacam tes pengetahuan Bahasa Inggris gitu. Aku, Ridho, dan Adli pake seragam kebanggaan smandel (baca: bidong) , dan anak-anak chapter lain heran ngeliat seragam kami, kayaknya mereka ga biasa deh pake seragam khusus gitu --"
SLEP Test aku lalui dengan lancar, menurutku soal SLEP Test ini ga terlalu susah. Satu-satunya hal yang menggangguku (dan aku yakin ini juga mengganggu semua peserta lain) hanyalah Mati Listrik! Panas banget + Gelap jadi kurang konsen ngerjain soalnya.
Tapi semuanya lancar-lancar aja, setelah selesai SLEP Test, penutupan, gadget kami dikembaliin, dan hampir semuanya kayak kerasukan ngeliat handphone, bb, dll mereka dikembaliin, termasuk aku heheh. kami beres-beres, trus, mungkin ini saat yang paling berkesan, paling mengharukan, paling nempel di hati kami semua. Kami foto bareng, tuker-tukeran nomor hp, e-mail, fb, twitter, ym, apapun yang bisa dituker deh-_- daan kami bener-bener beraaat banget buat pisah, cuma 3 hari kami ketemu, tapi kayak udah kenal lamaaa banget:(
Aku merasa seperti mendapat banyak sahabat baru dari seluruh Indonesia, BHINNEKA TUNGGAL IKA bener-bener cocok rasanya waktu itu. Terus kami juga kenal-kenalan sama anak-anak batch 2 dan batch 3. Ga bisa dijelasin gimana senangnya perasaanku waktu itu :))
Yaaah, it's time to leave. Semua anak batch 1 kecuali chapter Jogja (yang pulang juga naik travel) pergi ke bandara. Nyempe di bandara, kami duduk melantai bareng-bareng, and Kak Taufik digandrungin buat difoto (ngetop juga ya -,-). But, time must separate us, kami masuk ke boarding room. Pesawat pun satu persatu berangkat, mulai dari Aceh, Medan, Palembang, Samarinda, Padang, dan kami Pekanbaru terakhir.
---
Aku udah di Pekanbaru lagi, of course aku senang, ketemu keluarga aku lagi, tapi pikiranku tetap melayang ke hari-hari menyenangkan di Wisma Handayani. Aku bersyukur bisa mendapat pengalaman yang sangat, sangat tak terbayar ini!
“Until this moment, I never understood how hard it was to lose something you never had.”

